Senin, 25 Juni 2018

MY LIFE BEGIN :')


Sedikit kisah singkat yang tak akan pernah pudar dalam ingatanku…

Disinilah aku mulai menapakkan kaki, setelah terpisah dengan ibuku untuk sementara waktu. Membayangkan seperti apa kehidupan nantinya bersama kakakku yang juga dialihkan kepada ayah. Kenapa seperti itu? Entahlah... Yang jelas supaya ibu tidak kerepotan mengantarkanku ke sekolah nanti dalihnya. Ayah dan ibu adalah dua orang yang memiliki tempat pekerjaan yang berbeda. Yang satu berada di Koto Laweh dan yang satu berada di Payakumbuh.

Di usia ku yang masih kecil ini, aku tinggal dan menetap di nagari dingin tempat ayahku bekerja sebagai seorang guru SD di Koto Laweh. Nagari yang telah membesarkan namaku di kalangan anak-anak kecil seusia ku. Tak banyak waktu ku untuk selalu bertemu dengan ibu karena ibu adalah pegawai negeri tetap di Payakumbuh. Palingan ibu pulang dan mengunjungi ku sekitar seminggu sekali. Dan itu pun kalau sempat dan jika ibu tidak letih seusai bekerja disana.

Aku tinggal bersama ayah dan 2 orang saudara laki-laki yang lebih tua dari diriku. Kami selalu bersama dalam hal apapun tanpa terkecuali. Yah, mungkin namanya anak perempuan sendiri di rumah ini makanya aku sering pergi keluar untuk sekadar bermain-main dengan teman sebaya disekitar lingkungan rumah kecil ku. Habisnya aku sering merasa bosan ketika harus menetap lama-lama di dalam rumah. Apalagi, kakak-kakak ku kan juga belum tentu mengerti dengan ocehan-ocehan mainan anak perempuan pikirku waktu dulu.

Aku memiliki banyak teman bermain kala itu. Di mulai dari anak-anak keluarga Uni Cini yang mempunyai warung di depan rumahnya. Mereka adalah Kak Dela, Bang Fahri (aku lupa namanya), Kak Laura, dan Nurul si adeknya. Aku paling deket sama Kak Laura dan si Nurul kecil waktu itu. Karena, usianya yang nggak jauh beda dengan diriku. Mereka adalah orang yang kocak dan humoris dalam berbagai hal apapun. Dan yang terpenting,  mereka baik dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sehingga, aku juga ikut-ikutan dekat dengan mereka. Hhhhmm…pertemanan yang sangat indah di kala itu.

Selain itu, aku juga memiliki teman yang nggak kalah baiknya dari keluarga mereka yaitu Uni Ta (aku nggak pernah tau nama asli uni itu, jadi maklumi saja ders). Dimulai dari yang tertua si Kakak yang kalem dan berhati lembut bernama Kak Reni, yang kedua adalah kakak yang super nyinyir namun baik hati dan perhatian deh menurutku bernama Kak Pia (cuman sekarang karena udah gede, panggilannya ganti jadi ‘Oliv’). Ketiga ini seusia denganku bernama Tri, ini ni lebih kalem lagi dibandingkan sama Kak Reni. Seingatku, Tri ini adalah anak yang baik dan selalu nurut apa kata kakak-kakaknya terutama Kak Pia. Terkadang, aku juga sering merasa kasihan juga dengan si Tri karena dia tak bisa untuk berkata tidak’ alias nurut aja sama kakak-kakaknya. Selain itu, ada juga Adam adek cowok mereka satu-satunya kala itu yang cuman aku tidak terlalu dekat dengannya.

Next, beralih lagi dengan keluarga Uni It yang memiliki beberapa orang anak. Dari sekian, aku akrab dengan dua orang gadis kecil yang satu sebaya denganku dan yang satu lagi lebih kecil dari kami. Kalau tak salah, namanya adalah Adinda dan biasa di panggil Dinda waktu itu. Menurutku, dia adalah seorang yang pemberani dan tak kenal takut pada siapapun. Aku jadi kangen sama dia karena kami sering berantem-berantem kecil ala bocah-bocah gitu deh.

Selanjutnya, bernama (aduhh siapa ya?). Orang sering manggil dia dengan sebutan Indhy waktu itu. Ya udah, aku juga manggilnya indhy juga deh. Walaupun tak banyak, inilah kami.. dengan pertemanan yang sangat erat dan begitu indah di dalam memori ku. Melihat canda tawa mereka saja sudah cukup bagiku untuk merasakan indahnya persaudaraan. Suatu hari nanti, aku ingin sesekali pergi kesana lagi bersama ayah, ibu dan saudara-saudaraku yang lainnya untuk menemui mereka lagi :’)
(Nurul, Kak Laura, Kak Oliv, Tri, Indhy)
(-) Kak Reni & Dinda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar