Sedikit
kisah singkat yang tak akan pernah pudar dalam ingatanku…
Disinilah
aku mulai menapakkan kaki, setelah terpisah dengan ibuku untuk
sementara waktu. Membayangkan seperti apa kehidupan nantinya bersama
kakakku yang juga dialihkan kepada ayah. Kenapa seperti itu?
Entahlah... Yang jelas supaya ibu tidak kerepotan mengantarkanku ke
sekolah nanti dalihnya. Ayah dan ibu adalah dua orang yang memiliki
tempat pekerjaan yang berbeda. Yang satu berada di Koto Laweh dan
yang satu berada di Payakumbuh.
Di
usia ku yang masih kecil ini, aku tinggal dan menetap di nagari
dingin tempat ayahku bekerja sebagai seorang guru SD di Koto Laweh.
Nagari yang telah membesarkan namaku di kalangan anak-anak kecil
seusia ku. Tak banyak waktu ku untuk selalu bertemu dengan ibu karena
ibu adalah pegawai negeri tetap di Payakumbuh. Palingan ibu pulang
dan mengunjungi ku sekitar seminggu sekali. Dan itu pun kalau sempat
dan jika ibu tidak letih seusai bekerja disana.
Aku
tinggal bersama ayah dan 2 orang saudara laki-laki yang lebih tua
dari diriku. Kami selalu bersama dalam hal apapun tanpa terkecuali.
Yah, mungkin namanya anak perempuan sendiri di rumah ini makanya aku
sering pergi keluar untuk sekadar bermain-main dengan teman sebaya
disekitar lingkungan rumah kecil ku. Habisnya aku sering merasa bosan
ketika harus menetap lama-lama di dalam rumah. Apalagi, kakak-kakak
ku kan juga belum tentu mengerti dengan ocehan-ocehan mainan anak
perempuan pikirku waktu dulu.
Aku
memiliki banyak teman bermain kala itu. Di mulai dari anak-anak
keluarga Uni Cini yang mempunyai warung di depan rumahnya. Mereka
adalah Kak Dela, Bang Fahri (aku lupa namanya), Kak Laura, dan Nurul
si adeknya. Aku paling deket sama Kak Laura dan si Nurul kecil waktu
itu. Karena, usianya yang nggak jauh beda dengan diriku. Mereka
adalah orang yang kocak dan humoris dalam berbagai hal apapun. Dan
yang terpenting, mereka
baik dan mudah bergaul dengan siapa saja. Sehingga, aku juga
ikut-ikutan dekat dengan mereka. Hhhhmm…pertemanan yang sangat
indah di kala itu.
Selain
itu, aku juga memiliki teman yang nggak kalah baiknya dari keluarga
mereka yaitu Uni Ta (aku nggak pernah tau nama asli uni itu, jadi
maklumi saja ders).
Dimulai dari yang tertua si Kakak yang kalem dan berhati lembut
bernama Kak Reni, yang kedua adalah kakak yang super nyinyir namun
baik hati dan perhatian deh menurutku bernama Kak Pia (cuman sekarang
karena udah gede, panggilannya ganti jadi ‘Oliv’). Ketiga ini
seusia denganku bernama Tri, ini ni lebih kalem lagi dibandingkan
sama Kak Reni. Seingatku, Tri ini adalah anak yang baik dan selalu
nurut apa kata kakak-kakaknya terutama Kak Pia. Terkadang, aku juga
sering merasa kasihan juga dengan si Tri karena dia tak bisa untuk
berkata ‘tidak’ alias
nurut aja sama kakak-kakaknya. Selain itu, ada juga Adam adek cowok
mereka satu-satunya kala itu yang cuman aku tidak terlalu dekat
dengannya.
Next,
beralih lagi dengan keluarga Uni It yang memiliki beberapa orang
anak. Dari sekian, aku akrab dengan dua orang gadis kecil yang satu
sebaya denganku dan yang satu lagi lebih kecil dari kami. Kalau tak
salah, namanya adalah Adinda dan biasa di panggil Dinda waktu itu.
Menurutku, dia adalah seorang yang pemberani dan tak kenal takut pada
siapapun. Aku jadi kangen sama dia karena kami sering
berantem-berantem kecil ala bocah-bocah gitu deh.
Selanjutnya,
bernama (aduhh siapa ya?). Orang sering manggil dia dengan sebutan
Indhy waktu itu. Ya udah, aku juga manggilnya indhy juga deh.
Walaupun tak banyak, inilah kami.. dengan pertemanan yang sangat erat
dan begitu indah di dalam memori ku. Melihat canda tawa mereka saja
sudah cukup bagiku untuk merasakan indahnya persaudaraan. Suatu hari
nanti, aku ingin sesekali pergi kesana lagi bersama ayah, ibu dan
saudara-saudaraku yang lainnya untuk menemui mereka lagi :’)
![]() |
| (Nurul, Kak Laura, Kak Oliv, Tri, Indhy) (-) Kak Reni & Dinda |

